Tenun Khas Sumba Timur Hiasi Opening Festival Sandalwood 2019

, Jurnalis
Jum'at 12 Juli 2019 08:36 WIB
Foto: Kemenpar
Share :

“Potensi yang dimiliki Sumba Timur luar biasa. Alam dan budayanya sangat eksotis. Tradisi juga masih dipertahankan dengan sangat bagus di sini, seperti tenun. Tenun Sumba Timur sangat terkenal karena motifnya sangat unik. Secara historisnya juga sangat mengispirasi,” terang Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty.

Sumba Timur memiliki sekitar 5 motif tenun. Beberapa di antaranya merupakan sakral, sebab pada zaman dahulu motif tenun ini hanya boleh digunakan oleh raja atau kaum bangsawan. Motif yang sakral kaliuda dan kambera. Motif Kaliuda memiliki ciri utama warna merah, meski juga dikembangkan dasar biru.

Motif kaliuda menggunakan pewarnaan alami. Warna merah diambil dari akar mengkudu (kombu) yang diramu dengan daun loloba. Ada juga penggunaan minyak kemiri dan dicampur kulit mangga. Setelah direndam lagi, bahan baku tenun lalu dijermur dan ditreatment serupa.

Corak utama motif kaliuda berupa Sumba, seperti njara (kuda) dan manu (ayam). Dalam perkembangannya, motif kaliuda juga mengadopsi corak penyu. Corak penyu menjadi simbol kebesaran. Sementara corak njara menggambarkan kekuatan dan karakter tegas masyarakat. Sedangkan corak manu menjadi simbol penghidupan.

“Dengan potensinya, pariwisata Sumba Timur akan terus berkembang. Apalagi, kalau aksesibilitas udara menuju Sumba Timur lebih dioptimalkan lagi,” tegas Esthy.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya