Para pejabat kepolisian mengatakan penyelidikan terhadap bom bunuh diri 21 April masih berlangsung, dan lebih dari 100 orang yang ditahan adalah warga Sri Lanka.
"Kami bekerja atas dasar bahwa ini adalah kejahatan yang direncanakan dan dieksekusi oleh sekelompok Muslim Sri Lanka yang diradikalisasi," kata seorang pejabat senior polisi yang tidak disebutkan namanya kepada kepada AFP.
"Semua orang yang terlibat dalam serangan itu telah mati atau dalam tahanan."
(Rahman Asmardika)