PANGANDARAN - Upaya pelstarian cagar budaya di Pangandaran terkendala aksi vandalisme. Beberapa bunker yang dibuat pada masa pendudukan Jepang yang berada di kawasan cagar alam Pangandaran dirusak dengan aksi corat-coret oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
Aksi vandalism terjadi pada 2 bunker di Blok Pasir Putih Pangandaran berupa tulisan atau gambar pada pintu masuk dan dinding bunker. Tulisan dan gambar dibuat menggunakan cat semprot atau pilox berwarna biru, merah, dan putih.
Baca Juga: Museum Gunung Merapi Jadi Sasaran Vandalisme, Sejumlah Koleksi Dicoret-coret
Juru Pelestari dari Balai Pelestari Cagar Budaya Banten (BPCB) Serang Banten Haris Yanto, 38, menjelaskan aksi vandalisme dilakukan oleh wisatawan yang datang ke lokasi bunker melalui jalur laut dengan menggunakan perahu pesiar. Pasalnya, jika wisatawan masuk melalui pintu Pantai Barat atau Timur, barang bawaan diperiksa petugas.
"Tampaknya, kedatangan mereka ke lokasi bunker yang ada di cagar alam melalui jalur laut dengan menumpang perahu pesiar," kata Haris Senin, (15/7/2019).
Ditambahkan Haris, terkait vandalisme yang dilakukan oleh wisatawan yang tidak bertanggungjawab, dirinya sangat menyayangkan.
"Aksi vandalisme akan merusak fisik bunker sekaligus nilai sejarah yang terkandung pada bangunan cagar budaya menjadi hilang," tambahnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran Aceng Hasim mengatakan, bunker yang terdapat di cagar alam dibuat masa pendudukan Jepang.
"Bunker tersebut digunakan untuk menyimpan amunisi dan persenjataan pada masa perang dunia II," kata Aceng.
Selain tempat penyimpanan juga sebagai benteng pertahanan dalam memata-matai fihak Belanda yang kala itu kekuatannya masih cukup kuat di Pangandadan. "Aksi vandalisme yang dilakukan orang ada konsekuensi hukum berupa ancaman pidana dan atau perdata," tambahnya.