PONTIANAK - Di Kalimantan Barat masih terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seperti di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Beragam cara dilakukan aparat dan dinas terkait untuk menanggulangi kebakaran yang terjadi hampir setiap tahun ini.
Kendala yang berarti pun cukup banyak. Mulai dari lokasi yang sulit dijangkau, sumber air minim, akses jalan kecil dan lain sebagainya. Namun, di balik permasalahan yang ada, lahir sebuah inovasi yang cukup diandalkan.
Baca Juga: Kabut Asap Riau, 721 Warga Pelalawan Terserang ISPA
Aipda Hendry Novian, seorang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di wilayah hukum Polsek Sungai Kakap melahirkan inovasi untuk memadamkan api.
Sekilas, sepeda motor dinas yang digunakannya untuk bertugas tampak biasa. Tidak ada mesin pompa air yang dibawa seperti petugas pemadam kebakaran pada umumnya.
Hendry hanya membawa selang dan berbagai peralatan lainnya yang di simpan di box belakang. Setiap ada kejadian kebakaran lahan maupun pemukiman di desa binaan dan sekitarnya, Hendry tak perlu lagi jauh-jauh mengambil mesin pompa air.
Dia cukup menyangga motornya dengan standar tengah/dua di lokasi yang dekat dengan sumber air. Hendry kemudian membuka penutup mesin motor dan memasang komponen kipas penghisap air. Tidak memakan waktu yang lama untuk menyulap motor dinasnya ini.
Setelah itu, Hendry bisa dengan mudah menyiram titik-titik api. Seperti yang dilakukannya di lahan kawasan Jalan To'om, Desa Punggur Kecil, Kamis 1 Agustus 2019 kemarin. Hasil karyanya, sukses melakukan pemadaman api di lahan tersebut.
Ide menyulap motornya menjadi mesin pemadam tersebut, dijelaskan Hendry, bermula saat melihat temannya menyedot air dari sumur menggunakan sepeda motor.
"Saat itulah, saya terinspirasi untuk mencobanya. Apalagi, di Desa Sungai Itik tempat saya berdinas, jika terjadi kebakaran lahan maupun rumah, mobil pemadam tidak bisa masuk ke lokasi. Karena kondisi jalan yang kecil," ujarnya, Kamis (1/8/2019).
Setelah berhasil menyatukan komponen yang ada, Hendry beberapa kali melakukan ujicoba penyemprotan. Hal itu untuk mengetahui apakah ada efek sedotan maupun semprotan air terhadap mesin sepeda motornya.
"Ternyata normal. Tidak ada hambatan. Bahkan setelah melakukan pemadaman lahan, motor ini saya pergunakan lagi untuk patroli," tuturnya.
Hendry menjelaskan, pemasangan komponen kipas hisap terhadap mesin sepeda motornya tidak begitu rumit. Cukup mudah dilakukan. Bongkar pandangnya, bisa dilakukan sendirian.
Inovasi Hendry ini, didukung penuh pimpinannya, Kapolsek Sungai Kakap, Iptu Antonius Pardamean. "Motor dinas Bhabinkamtibmas Sungai Itik ini sudah beberapa kali dilakukan uji coba dan hasilnya tidak ada masalah atau merusak mesin sepeda motor itu sendiri," tutur Anton.
Tentunya, kata Anton, Hendry telah melakukan perhitungan yang matang sehingga motor dinasnya dapat dijadikan alat untuk menyedot dan mengeluarkan air yang cukup deras.
Baca Juga: BNPB: 6 Provinsi di Indonesia Darurat Karhutla
"Ini bisa diandalkan untuk memadamkan api dilahan yang terbakar atau pun pemukiman. Sepeti kebakaran lahan di Jalan To'om ini bisa dipadamkan dengan motornya," tutur Anton.
Teknik ini, kata Anton, dapat dikembangkan oleh siapapun. Terutama bagi petugas kepolisian yang sulit menjangkau lokasi kebakaran dengan kendaraan roda empat.
Petugas tidak perlu bersusah payah mengangkut mesin pemadam mini yang cukup berat. Apalagi dalam hutan. "Jadi, lokasi yang tidak dapat dijangkau mobil dapat diantisipasi dengan sepeda motor yang sudah disulap ini," ujarnya.
Anton mengatakan, temuan atau inovasi dari anggota Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Kakap ini sangat membantu sekali. "Apalagi pada saat terjadi karhutla. Saya sangat mengapresiasi dan mendukung," ucap anton.
(Fiddy Anggriawan )