Karena dua penembakan massal ini telah memicu perdebatan, mantan Presiden AS Bill Clinton juga berkomentar.
"Berapa banyak lagi orang yang harus mati sebelum kita mengembalikan larangan senjata serbu," twitnya.
Pada Senin sore, Departemen Kepolisian El Paso memperbarui jumlah orang yang tewas menjadi 22 dengan belasan lainnya terluka.
Sembilan orang terbunuh di Ohio sebelum polisi membunuh pelaku. Ada 27 orang yang juga terluka dalam penembakan itu, yang terjadi kurang dari 24 jam setelah penembakan Texas.
(Rachmat Fahzry)