PONTIANAK - Suasana sedikit berbeda dialami ribuan umat muslim di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Seluruh umat muslim di seluruh Provinsi Kalimantan Barat harus rela salat Idul Adha 1440 Hijriah dengan diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Salat Idul Adha Kota Pontianak dipusatkan di sekitar Kantor Wali Kota Pontianak, Taman Alun Sungai Kapuas. Seluruh umat muslim tiba menggunakan masker karena semenjak subuh, asap mulai menyebar dan suasana tampak seperti mendung, namun terasa sekali asap yang diakibatkan oleh karhutla.
Baca Juga: Titik Api di Kalimantan Barat Tertinggi, Namun Tak Sampai "Ekspor Asap"
Salah satu warga Pontianak, Amir Adrianto mengaku sejak pukul 06.00 WIB, kepulan asap sudah ada. Menurut dia, kabut asap dan suasana ini tidak sehat untuk masyarakat.
"Mau bagaimana lagi salat Ied di Korem memang tempat biasa orang Pontianak salat, meski ada asap Alhamdulillah salat berjalan lancar. Hanya kasian ibu-ibu yang sudah tua dan anak-anak karena kabut asapnya sudah pekat," ucap Amir kepada Okezone, Minggu (11/8/2019).
Dia merasa khawatir dengan dampak penyakit yang ditimbulkan dari adanya kabut asap tersebut, seperti sesak napas, batuk dan pilek. "Ponakan dan anak-anak teman semua yang sekolah mengeluh sudah pada batuk dan pilek," sambungnya.