Orangtua Kristina Gultom Yakin Putrinya Diperkosa lalu Dibunuh Pria Beranak 5

Robert Fernando H Siregar, Jurnalis
Minggu 11 Agustus 2019 14:24 WIB
Orangtua Siswi SMK Karya Tarutung, Kristina boru Gultom Berharap Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Anaknya Secara Terang Benderang (foto: Robert Fernando H Siregar/Okezone)
Share :

TAPANULI UTARA – Bapak dan ibu Kristina boru Gultom, Sardi Gultom (47) dan Tiomasretna boru Simatupang (55), menyakini putrinya, Kristina Gultom, yang telah duduk di kelas XII, SMK Karya Tarutung, diperkosa terlebih dahulu sebelum dibunuh.

Kedua orangtua Kristina Gultom tampak masih dirundung duka, saat Okezone mengunjungi rumah mereka di Dusun Barbaran Huta Pangguan, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, Sabtu 10 Agustus 2019.

Baca Juga: Ini Motif Pria Beranak 5 Bunuh Siswi SMK lalu Mayatnya Diseret ke Kebun 

Sang ibu mengatakan, awalnya sang putri pamit jalan-jalan dengan teman-temannya, pada Minggu 4 Agustus 2019, namun tidak pulang ke rumah sampai ditemukan sudah tidak bernyawa di sebuah kebun.

 

"Dibayangi rasa cemas, saya mencari dan bertanya kepada tetangga, apa mereka ada melihat putri saya. Namun tetangga yang saya tanya, tidak ada melihat. Rasa cemas semakin menjadi dan sekira Pukul 22.00 WIB, saya kembali mendatangi rumah tetangga, yakni Sanggam Hutapea, untuk memberitahukan bahwa putri saya belum juga kembali ke rumah," tutur ibunda, Tiomasretna kepada Okezone.

Tiomasretna menuturkan, tetangganya Sanggam Hutapea mengatakan kepadanya untuk menghubungi ponsel putrinya. Namun saat dihubungi, ponselnya tidak aktif. Sanggam Hutapea pun menyarankan kepada kedua orangtuanya melanjutkan pencarian esok hari.

"Dan ke esok paginya, Senin 5 Agustus 2019, atas petunjuk warga Dusun tetangga (Dusun Bahal Nagodang), yaitu Darisson Media Hutapea, suami saya, Sanggama Hutapea dan dibantu warga lain, pergi bersama-sama untuk mencari korban ke arah sawah. Pasalnya, Darisson Hutapea curiga kepada tetangga saya berinisial RH, karena Darisson Media Hutapea melihat Minggu sore RH membonceng mendiang putri saya yang mengenakan baju merah," kata Tiomasretna.

 

Sementara Sardi Gultom, bapak mendiang Kristina Gultom mengungkapkan, dia bersama warga lain mencari anak putrinya sesuai petunjuk Darisson Media Hutapea, ke arah sawah atau ke jalan kebun. Setelah melakukan pencarian, Sanggam Hutapea, melihat putri saya dengan posisi telungkup, tanpa busana dan tidak bernyawa, tepatnya di kebun di antara pohon bambu dan pohon salak di Dusun Sitolu-tolu, Desa Hutapea Banuarea.

"Kami berkeyakinan, putri saya diperkosa dan dibunuh. Sebab, putri saya ditemukan tanpa busana. Dan lebih sadisnya lagi, salah satu warga yang ikut dalam pencarian itu, melihat secara kasat mata, bahwasanya satu puting payudara putri saya hilang. Penyebabnya, karena digigit oleh pelaku atau bagaimana, kami berharap kepada pihak penegak hukum, agar transparan nantinya membuka hasil autopsi dari rumah sakit dapat mengungkapnya," harap Sardi Gultom.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya