Setiba di lokasi kejadian, beberapa oknum anggota Resmob itu malah membentak para wartawan agar menghapus rekaman aksi pengeledahan terhadap massa yang diduga melakukan aksi unjuk rasa, bahkan memukul handphone salah satu pewarta.
"Dia bentak kita bertiga minta filenya dihapus, bahkan memukul handphone saya sampai jatuh, rusak hp-nya," tutupnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Karo Penmas Div Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo malah mempertanyakan aksi kekerasan terhadap sejumlah wartawan tersebut.
"Makanya yang mengintimidasi siapa, jelas enggak dia anggota polisi, dinasnya jelas enggak, pakaian dinasnya jelas enggak, Polisi dari mana? tau polisi dari mana? Pakai baju polisi bukan? Kan ada foto-foto di video ini kan pakaian preman," kata Dedi.
Jika hal itu memang benar terjadi, Dedi menyarankan para pewarta yang mengaku menjadi korban intimidasi, maka segera melaporkan ke Provost.