Masyarakat di Papua dan Papua Barat, Senin 19 Agustus kemarin, berunjuk rasa besar-besaran memprotes penangkapan dan tindakan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya.
Baca Juga: Mendagri Perintahkan 3 Gubernur Tak Tinggalkan Daerahnya Pasca-Kerusuhan Manokwari
Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya sempat dikepung massa dari beberapa ormas dan pria berpakaian militer atas tuduhan pembuangan bendera merah putih. Saat itulah, penghuni asrama diduga mendapat serangan verbal kata-kata rasis dan penghinaan.
Polisi ikut menyambangi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya dan menembakkan gas air mata untuk menangkap 43 penghuni asrama itu, dengan alasan mau diminta keterangan terkait dugaan pembuangan bendera merah putih. Belakangan polisi melepaskan mereka.
(Angkasa Yudhistira)