"Ini baru tindakan ekspresi spontan terhadap fasilitas, sarana publik. Belum lagi sarana private. Kalau ke depan terjadi pada sarana private atau individu orang bagaimana? Itu yang harus dipertimbangkan. Tidak main-main," tuturnya.
Seperti diketahui, kericuhan yang terjadi di Manokwari diduga sebagai bentuk protes atas persekusi dan rasisme yang menyerang mahasiswa Papua di Pulau Jawa.
Atas protes tersebut, sejumlah demonstran berkumpul serta turun ke jalan untuk memenuhi ruas jalan protokol. Bahkan, massa sempat melakukan pembakaran di depan Kantor DPRD Papua Barat.
(Hantoro)