Gara-Gara Napoleon, Portugal Pindahkan Ibu Kotanya Ke Benua Lain

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 27 Agustus 2019 08:01 WIB
Foto: AFP.
Share :

Pada musim semi 1808, Pangeran John dan Keluarga Kerajaan Portugal tiba di Rio de Janeiro, dan pada Desember, dia mendeklarasikan pembentukan Kerajaan Portugal, Brasil, dan Algarves. Keputusan itu meningkatkan status, pangkat dan kemandirian administratif Brasil, sebuah fondasi yang sangat besar untuk mendapatkan kemerdekaannya di masa depan.

Pada 1816, setelah Ratu Maria I meninggal dunia, Pangeran John menjadi raja Portugal.

Raja John VI dari Kerajaan Portugal, Brasil dan Algarves.

Dengan semua keluarga kerajaan berada di sana, Rio de Janeiro menjadi ibu kota Kerajaan Portugal dan mereka terus tinggal di Rio de Janeiro sampai kekalahan Napoleon pada 1814. Namun, baru pada 1821, keluarga kerajaan Portugal meninggalkan Rio de Janeiro dan kembali ke Lisbon.

Pada saat itu, dengan arus migrasi dari Portugal, populasi di Rio de Janeiro telah berkembang dengan pesat dan kota itu berkembang menjadi salah satu ibu kota ekonomi di wilayah Amerika Selatan.

Rio de Janeiro tetap menjadi ibu kota sampai tahun 1822, total 13 tahun, tetapi setelah melayani tidak hanya perlindungan bagi Keluarga Kerajaan, tetapi juga ibu kota kerajaan, Rio de Janeiro menolak tuntutan parlemen Portugal, atau yang disebut dengan Cortes, untuk kembali ke status koloni sekali lagi. Penolakan itu kemudian mengarah pada merdekanya Kerajaan Brasil dari Kerajaan Portugal.

Meski relatif singkat, kedatangan keluarga Kerajaan Portugal dan dijadikannya Rio de Janeiro sebagai ibu kota kerajaan itu telah memberi dorongan besar bagi perkembangan ekonomi Brasil dan proses negara itu menuju kemerdekaannya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya