Airlangga Dinilai Bohong soal Pengurus Boleh Masuk ke Kantor DPP Golkar

Amril Amarullah, Jurnalis
Jum'at 06 September 2019 11:35 WIB
Polisi berjaga di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, usai pelemparan bom molotov, Rabu (21/8/2019). (Foto : Dok Okezone.com/Harits Tryan Akhmad)
Share :

JAKARTA – Ketua Bidang Kemaritiman DPP Partai Golkar Junaidi Elvis menepis pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang menyatakan semua pengurus DPP Partai Golkar diperbolehkan masuk ke kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat.

Pasalnya, saat datang ke kantor DPP pada 29 Agustus, dirinya dilarang masuk ke dalam DPP Partai Golkar oleh massa berseragam Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang berjaga di dalam kantor.

"Statement Airlangga yang bilang pengurus DPP Partai Golkar bisa masuk dan keluar kantor DPP Partai Golkar jelas tidak benar. Bohong itu. Tanggal 29 Agustus lalu, saya hendak masuk ke kantor DPP Partai Golkar. Namun, sama sekali tidak diizinkan oleh preman-preman berseragam AMPG yang berjaga di depan gerbang DPP," ujar Elvis kepada wartawan, Jumat (6/9/2019).

Elvis sangat menyesalkan tindakan Ketua Umum DPP Partai Golkar yang menutup rapat akses masuk ke kantor DPP Partai Golkar. Pelarangan masuk DPP juga dialami pengurus pleno lainnya.

"Beberapa hari lalu Ketua DPD I Sultra Ridwan Bae juga tidak diizinkan masuk ke dalam kantor DPP Partai Golkar. Sejumlah pengurus DPP Partai Golkar lainnya juga mengalami hal serupa. Kenapa kita dilarang untuk masuk ke rumah kita sendiri? Padahal jelas-jelas kita pengurus," katanya.

Elvis mengaku tidak ada alasan yang jelas mengapa para pengurus 'dicekal' masuk ke dalam kantor DPP. Jangankan untuk menggelar rapat, bertemu dengan Ketum atau Sekjen saja dilarang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya