Cara Ratu Inggris Menghormati Abdul Karim, Pelayan Kesayangan Asal India

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Sabtu 07 September 2019 08:03 WIB
Abdul Karim dan Ratu Victoria. (Foto/Wikipedia Commons)
Share :

Ketika Karim membawa istri dan mertuanya ke Inggris, Ratu Victoria secara pribadi menemui mereka bahkan memperkenalkan mereka dengan bangsawan lainnya. Lambat laun kedekatan ini memicu pergunjingan di kalangan petugas Rumah Tangga Kerajaan.

Hal ini sempat memicu kegeraman Ratu Victoria khususnya pada acara hiburan yang diadakan Pangeran Wales, Albert Edward, di rumahnya. Pada saat itu Karim ditempatkan bersama para pembantu lainnya dengan alasan orang India berkulit hitam hanya berhak menerima status paling rendah.

Karim pun memutuskan untuk segera meninggalkan acara hiburan tersebut dan membuat Ratu Victoria marah. Ia menegaskan bahwa Munshi-nya harus diperlakukan dengan rasa hormat oleh semua orang.

Permasalahan sempat muncul pada Juni 1889, ketika adik ipar Karim yang diundang untuk tinggal di Istana Windsor ketahuan menjual bros milik Ratu Victoria.

Namun sebelum dijatuhi hukuman, Karim menjelaskan bahwa adik iparnya itu menemukan bros tersebut dan sesuai kebiasaan di India bagi siapa saja yang menemukan harta benda maka si penemu berhak memilikinya. Mendengar penjelasan itu, Ratu Victoria pun mengerti.

Hubungan keduanya sangat dekat sehingga banyak orang di Kerajaan Inggris yang menilainya sudah bukan seperti majikan dan pembantu. Namun Ratu Victoria tidak pernah mengindahkan penilaian orang lain. Bahkan ketika Karim menjalani operasi, Ratu Victoria selalu mengunjunginya dua kali dalam sehari.

Ketika Ratu Victoria wafat pada 1901, Raja Edward VII memerintahkan Karim untuk kembali ke India. Hingga akhir hayatnya, Karim pun tinggal di rumah yang dulu diberikan oleh Ratu Victoria di Kota Agra.

Bukan Hubungan Biasa

Shrabani Basu penulis buku 'Victoria and Abdul' mengungkap hubungan dekat Ratu Inggris dengan Abdul yang menjadi kontroversi di istana dan ditutupi selama lebih dari 100 tahun.

 

"Kehidupan mereka memang terdengar seperti fiksi, tapi semua yang saya tulis adalah fakta. Tidak ada yang saya tambah-tambahi, karena kehidupan mereka sudah sangat dramatis," kata dia mengutip BBC News.

Abdul pertama kali bekerja di rumah tangga kerajaan pada 1887, saat baru berusia 24 tahun dan Ratu Victoria berusia 68 tahun. Menurut Shrabani, kisah Abdul penting karena Abdul mengubah pandangan Victoria tentang Islam.

"Abdul sangat berpengaruh dalam mengubah pandangan Victoria tentang Islam. Sayangnya, Ratu tidak punya kewenangan untuk menentukan kebijakan negara," kata Shrabani.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya