Shrabani menegaskan bahwa hubungan Victoria dan Abdul bukanlah hubungan percintaan antara perempuan dan laki-laki.
"Tapi hubungan mereka memang bukan hubungan biasa. Ratu Victoria sampai belajar bahasa Urdu selama 13 tahun demi Abdul, mereka saling berkirim surat, dan Victoria menyebut dirinya ibu. Tapi kadang suratnya diakhiri dengan ciuman," kata Shrabani.
Dia menyebut bahwa kehadiran Abdul membawa semangat hidup untuk Victoria yang saat itu sudah berusia lanjut dan ditinggal mati suaminya.
"Dia memberikan semangat baru, alasan hidup, dan aktivitas baru," ujar Shrabani.
Shrabani Basu menemukan sosok Abdul ketika dia sedang melakukan riset buku pertamanya. Sebelumnya, sosok Abdul tak banyak diketahui, berkat upaya rumah tangga kerajaan menutupi keberadaan Abdul. Putra Ratu Victoria, Edward, misalnya, langsung meminta surat apa pun terkait Ratu dan Abdul dibakar.
Abdul dan keluarganya juga diusir dari rumah yang diberikan Ratu Victoria kepadanya.
Shrabani pun menelusuri bukti-bukti dan catatan-catatan, hingga dia dapat menyusun cerita lengkap.
Setelah bukunya selesai, pihak Kerajaan Inggris membaca tulisannya dan memberikan beberapa saran perubahan. Shrabani menuruti masukan itu untuk meluruskan beberapa fakta sejarah. "Tapi ketika mereka minta saya mengubah isinya, saya tidak melakukannya," kata dia.
Beberapa saat setelah diterbitkan, ahli waris Abdul pun menghubunginya dan memberikan diari Abdul. Shrabani kemudian merombak bukunya untuk memasukkan suara Abdul. "Saya awalnya tak percaya ketika ada yang mengaku ahli waris Abdul, tapi kemudian mereka membawa bukti-bukti yang sangat menyakinkan. Banyak sekali hal baru yang terungkap dari diari Abdul," kata dia.
(Rachmat Fahzry)