JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengklaim ada penurunan volume lalu lintas di hari pertama perluasan sistem ganjil-genap pada 25 ruas jalanan Ibu Kota. Namun, ia mengaku belum bisa menjelaskan lebih detail ihwal persentase penurunan itu.
"Untuk evaluasi saat ini kami melihat secara visual bahwa telah terjadi penurunan lalu lintas secara signifikan dan saat ini sedang dihitung berapa persentase penurunan volume lalu lintas di jalan," kata Syafrin di Jakarta, Selasa (10/9/2019).
Ia berharap seluruh masyarakat dapat mendukung program pembatasan kendaraan roda empat tersebut. Sehingga, polusi udara yang kini wilayah Ibu Kota bisa berkurang.
"Tentu saya berharap warga Jabodetabek yang beraktivitas di Jakarta dapat menikmati kelancaran lalu lintas dan menghirup udara bersih di Jakarta," ujarnya.
Berdasarkan catatan dari Dirlantas Polda Metro Jaya, kata dia, total pelanggar di hari pertama penerapan perluasan sistem ganjil-genap sebanyak 1.904 orang. Nantinya, diharapkan para pelanggar itu dapat memahami bahwa kebijakan yang diterbitkan oleh Pemprov DKI itu demi kebaikan.
"Kebijakan yang tujuannya buat seluruh warga, tidak hanya Jakarta, tapi Jabodetabek, bahkan Indonesia yang beraktivitas di Jakarta," tuturnya.
Seperti diketahui, perluasan wilayah ganjil-genap sendiri diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.
Penerapan di 25 ruas jalan Ibu Kota dimulai pada hari ini. Dari Senin hingga Jumat pukul 06.00-10.00 WIB, dilanjutkan pada sore sampai malam, mulai pukul 16.00-20.00 WIB.
(Rizka Diputra)