Saat dikonfirmasi ke kantor sekuriti tempat korban bekerja, diketahui bahwa kejadian penganiayaan ternyata benar adanya. Terlihat sejumlah pihak, termasuk dari personil TNI turut berada di kantor itu guna membahas tindak lanjut aksi brutal oknum polisi tersebut.
"Iya kejadiannya semalam, diduga mabuk oknumnya. Nggak tahu juga persoalannya apa, tiba-tiba terjadi (penganiayaan). Makanya kita sedang rapat dulu nanti mau bagaimana," jelas salah satu atasan korban.
Keterlibatan personil TNI dalam rapat bukan tanpa sebab, lantaran saat kejadian semalam disebutkan jika oknum polisi mabuk itu juga sempat melontarkan kata makian kepada seorang petugas TNI yang di BKO kan mengawal patroli.
Beruntung para saksi yang merupakan rekan korban serta anggota TNI yang berada di lokasi, tak terpancing dengan ulah pelaku. Setelah dilerai, pelaku lantas pergi meninggalkan korban yang tersungkur di jalan.
"Setiap patroli malam petugas kita memang meminta bantuan dari TNI, biasanya ada yang di BKO kan," terang atasan korban itu.