Menurut dia, proses penguapan air dari baskom meskipun dalam jumlah yang banyak sangat jauh dari memadai bila dibandingkan dengan jumlah uap air hasil penguapan yang diperlukan untuk proses kondensasi pembentukan awan di atmosfer.
"Analogi mudahnya seperti ini, jangankan sebaskom air, baskom sebesar lautan dan samudera saja belum bisa serta merta membuat uap air di udara jadi jenuh dan turun hujan," paparnya.
Ia mengatakan, hujan yang terjadi di bumi sebagian besar berasal dari kndensasi uap air dari hasil penguapan di lautan.
(Salman Mardira)