Menurut Ace, dinamika dan polarisasi kekuatan di tubuh Golkar dengan majunya Bambang Soesatyo merupakan hal yang demokratis di tubuh beringim. "Partai Golkar adalah partai yang demokratis," kata Ace.
Baca juga: Waketum AMPG Imbau Kader Tidak Buat Gaduh Jelang Munas Golkar
Sementara itu di lain tempat, Pengamat Politik UI Ade Reza Haryadi menambahkan pertarungan kursi ketua umum di tubuh Golkar tergantung pada faktor internal maupun eksternal. Faktor internal, kata dia, terkait dengan faksi-faksi yang ada di tubuh Golkar termasuk peta kekuatan politik para sesepuh Golkar. "Faktor organisasi yang menjadi sumber kader Golkar seperti SOKSI, KOSGORO, MKGR itu berpengaruh," kata dia.
Selain itu, faktor personal kandidat juga sangat berpengaruh. "Katakan kalau Pak AH didukung oleh hampir semua Ormas pendiri Golkar tetapi Pak Bamsoet juga punya kekuatan yang bisa dimobilisasi," terangnya.
(Awaludin)