LUWU – Seorang janda dan lima anaknya harus menelan kenyataan pahit diusir dari rumah karena perbedaan pilihan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu 18 September 2019 lalu.
Selama ini, janda bernama Nursiah tersebut tinggal di sebuah rumah kebun milik keluarga salah satu calon kepala desa yang bertarung di Pilkaes Tabbaja. Namun, gara-gara tidak memilih calon kepala desa yang merupakan keluarga pemilik rumah, Nursiah dan lima anaknya diusir.
Baca Juga: Miris, Gara-Gara Beda Pilihan Kades Makam Ini Dibongkar
Menurut Nursiah, pemilik rumah menganggapnya tidak tahu berterima kasih karena justru memilih calon kepala desa lain. Dia dan anak-anaknya diminta segera angkat kaki dari rumah kebun tersebut.
“Saya dan anak-anak saya diusir karena beda pilihan pilkades kemarin. Saya tidak memilih calon kepala desa yang juga keluarga pemilik rumah. Setelah itu, saya disuruh keluar dari rumah,” kata Nursiah seperti dikutip iNews, Jumat 20 September 2019.
Melihat kondisi Nursiah yang kebingungan saat mulai mengemas barang-barang miliknya, sejumlah warga Desa Tabbaja pun berdatangan untuk memberi bantuan. Selain bantuan tenaga, warga juga memberikan bantuan mobil bak terbuka untuk mengangkut barang-barangnya.