Putra Mahkota Saudi Bantah Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 30 September 2019 14:51 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. (Foto: Reuters)
Share :

PUTRA Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman membantah tuduhan bahwa dia memerintahkan pembunuhan jurnalis, Jamal Khashoggi oleh agen kerajaan setahun yang lalu, meski menyatakan bahwa sebagai kepala negara dia bertanggungjawab penuh atas apa yang terjadi.

Berbicara kepada jaringan televisi Amerika Serikat (AS), CBS pada program 60 Minutes, MBS mengatakan: "Sama sekali tidak," ketika ditanya apakah ia memerintahkan pembunuhan itu. Namun dia mengatakan dia bertanggung jawab penuh, "karena itu dilakukan oleh individu yang bekerja untuk pemerintah Saudi".

BACA JUGA: Pangeran Saudi: Pembunuhan Jurnalis Khashoggi Terjadi di Bawah Pengawasan Saya

"Ini kesalahan. Dan saya harus mengambil semua tindakan untuk menghindari hal seperti itu di masa depan," kata MBS tentang pembunuhan yang disebutnya "keji" itu. Demikian dilansir Al Jazeera, Senin (30/9/2019).

Pernyataan MBS, panggilan untuk Sang Putra Mahkota, mengulangi apa yang disampaikannya dalam dokumenter PBS di mana dia mengatakan bahwa: “Saya menerima semua tanggung jawab karena itu terjadi di bawah pengawasan saya".

Khashoggi, kolumnis Washington Post, terakhir terlihat di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018, di mana ia mengumpulkan dokumen-dokumen yang diperlukan sebelum pernikahannya. Menurut laporan, jenazahnya dipotong-potong, dikeluarkan dari gedung, dan sampai saat ini belum ditemukan.

Dinas intelijen AS, CIA dan beberapa pemerintah Barat mengatakan mereka percaya MBS memerintahkan pembunuhan Khashoggi, tetapi pejabat Saudi berulang kali mengatakan dia tidak punya peran dalam kejadian itu.

Ditanya bagaimana pembunuhan itu bisa terjadi tanpa dia sadari, MBS mengatakan kepada 60 Minutes: "Beberapa orang berpikir bahwa saya harus tahu apa yang dilakukan oleh tiga juta orang yang bekerja untuk pemerintah Saudi setiap hari? Tidak mungkin bahwa tiga juta orang itu akan mengirim laporan harian mereka ke pemimpin atau orang tertinggi kedua di pemerintahan Saudi."

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya