Penjelasan itu rupanya efektif membuat para pelajar melunak. Mereka tak lagi ngotot ingin berangkat demo ke Jakarta. Beberapa pelajar bahkan terlihat saling menyalahkan satu sama lain, karena dianggap memprovokasi untuk ikut berangkat ke Jakarta.
"Kita mau pulang aja pak, rumah kita jauh di Bogor," seru salah satu pelajar asal sekolah di Bogor.
Setelah berjanji untuk pulang ke rumah masing-masing, lantas petugas mencarikan beberapa kendaraan yang akan mengantar mereka kembali ke tempat asal. Terlihat, seunit truk, dan 2 angkot disiapkan petugas membawa para pelajar itu.
Baca Juga: Kembali Demo di DPR, Mahasiswa Tambah Satu Tuntutan
Kapolsek Kompol Luckyto menjelaskan, bahwa dibutuhkan cara-cara persuasif yang merangkul saat menghadapi gerombolan pelajar. Menurut dia, usia belasan tahun cukup rentan terprovokasi oleh kelompoknya masing-masing, sehingga gaya pendekatan harus berbeda pula.
"Intinya kan kita harus selalu humanis, bagaimana merangkul mereka. Caranya ya dekati, bicara apa keinginan mereka, solusinya bagaimana, diberikan arahan dan penjelasan pula secara baik. Bahwa kita ini harus memerankan sebagai bapak-bapak mereka juga," ucap dia.
(Fiddy Anggriawan )