JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan tata kelola pemerintahan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, sudah berjalan usai terjadi kerusuhan, meskipun belum maksimal. Ia mengatakan, pelayanan pemerintahan untuk sementara masih meminjam kantor Kodim TNI setempat.
"Kemudian tata kelola pemerintahan, walaupun masih meminjam kantor Kodim, juga pelayanan masyarakat jalan, walaupun belum maksimal," kata Tjahjo ketika berada di Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019).
Baca juga: Siswa dan Guru di Wamena Mulai Masuk Sekolah, Diawali Bersih-Bersih
Pelaksana tugas Menteri Hukum dan HAM ini menerangkan, situasi di Wamena terbilang sudah aman. Bahkan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beserta Kapolri Jenderal Tito Karnavian hari ini terbang ke Wamena untuk memastikan situasi di sana.
"Secara prinsip kondisi stabilitas nasional dan daerah di Wamena aman. Hari ini Panglima dan Kapolri memastikan ke sana," terang Tjahjo.
Baca juga: Polri Pastikan Situasi Wamena Sudah Kondusif Pasca-Kerusuhan
Dia menuturkan, bila ada warga dari Wamena yang ingin kembali ke daerah asalnya, pihaknya tidak ada masalah. Pasalnya setiap warga berhak tinggal di seluruh wilayah Indonesia dan mencari nafkah.
"Saya kira kalau toh warga yang mau kembali ke asalnya dan ada beberapa gubernur yang mau fasilitasi, enggak ada masalah. Apa pun setiap warga negara memiliki hak untuk dia tinggal di mana, mencari nafkah di mana dari Sabang-Merauke. Nanti saya kira isu itu, isu warga pendatang sudah tidak ada," jelas Tjahjo.
(Hantoro)