JAKARTA - Kepala Unit Pengelola Teknologi Informasi Kependudukan DKI, Muhammad Nurrahman mengakui pihaknya menggangarkan Rp12,6 miliar untuk pembelian antivirus dan perangkat informasi teknologi dalam APBD 2020.
Ia menjelaskan, dana sebesar itu digunakan untuk tiga item. Di antaranya untuk pembelian antivirus, pembelian Microsoft Office dan database dari Oracle.
"Dana Rp12 miliar itu kesannya hanya antivirus, tapi ada 3 kegiatan. Pertama antivirus, kedua Microsoft Office dan database Oracle. Jadi server itu perlu untuk database, jadi bukan satu kegiatan untuk antivirus, tapi ada 3," kata dia di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2019).
Ia menyebut, pemakaian anggaran terbesar untuk membeli database Oracle yang harganya mencapai Rp7 miliar.