Djayadi melanjutkan, responden yang menyatakan bahwa sekarang warga takut berorganisasi juga naik, dari 10% pada 2014 menjadi 21%. Hal yang sama juga dalam hal ketidakbebasan beragama, dari 7% pada 2014 menjadi 13%.
"Dalam hal kebebasan pers juga tampak belum menggembirakan. Mereka yang beranggapan bahwa media massa kita bebas dan tidak disensor pemerintah cukup banyak, 43%. Namun yang menyatakan tidak bebas dan disensor pemerintah juga besar, 38%," tuturnya.
"Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat merasakan kebebasan sipil yang menjadi pondasi demokrasi belum baik dan bahkan cenderung memburuk," sambung Djayadi.
Survei LSI dilaksanakan pada 8-17 September 2019. Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang sudah berumur 17 tahun atau lebih. Responden dalam survei ini sebanyak 1.550. Margin of error dari ukuran sampel tersebut kurang lebih 2,5% pada tingkat kepercayaan 95%.
(Arief Setyadi )