"Sebab, ulama yang faham terhadap kebutuhan ummat. Jika kabareskrim yang baru, tidak mampu memahami kebutuhan rakyat khususnya ummat Islam sebagai mayoritas, maka dikhawatirkan tindakan-tindakan yang diambil merugikan umat," ucap dia.
Apalagi, menurutnya, dalam penanganan radikalisme dan terorisme yang selama ini terkesan represif. Tentu merugikan umat juga pemerintah.
"Beda halnya jika kabareskrim faham kebutuhan ummat, tentu penanganan radikalisme lebih soft, sehingga mampu menyelesaikan akar masalah dengan tepat dan cermat," tutupnya.
(Arief Setyadi )