PURWAKARTA - Seorang pelajar asal Kabupaten Purwakarta, Fahrizal Maulidan (13) tewas usai tersambar kereta api. Kecelakaan itu, terjadi saat korban hendak menyebrangi rel kereta di sekitar Perum Bukit Panorama Indah RT 11/13, Kelurahan Cisereuh, Kecamatan Purwakarta. Saat ini, jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Enday Suhendar (56) warga sekitar lokasi mengatakan, sekitar pukul 06.30 WIB, dirinya yang sedang berada di rumah, mendengar bunyi klakson kereta api tidak seperti biasanya. Bunyi klakson itu, sangat lama.
"Biasanya, kalau ada kereta dengan bunyi klakson yang cukup lama, berarti ada rintangan atau halangan," ujar Enday, yang jarak rumahnya ke rel kereta hanya beberapa meter ini, kepada Okezone, Senin (11/11/2019).
Benar saja, tak lama kemudian, lanjut Enday, ada seorang anak sekolah yang mengabarkan ke warga jika ada remaja laki-laki tergeletak tak bernyawa di samping rel kereta. Mendengar kabar tersebut, warga di Perum Panorama ini langsung ke lokasi kejadian.
Di lokasi kejadian, seorang pelajar dari salah satu sekolah di Kecamatan Plered ditemukan tergeletak di sekitar rel. Anak laki-laki itu, menggunakan sweater berwarna hitam dan celana panjang berwarna coklat. Kuat dugaan, anak tersebut seorang pelajar.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Ardian, membenarkan jika ada anak remaja yang tersambar kereta api. Tim dari Reskrim sudah ke lokasi kejadian, untuk memeriksa kondisi.
"Tim sudah turun ke lokasi tadi pagi. Adapun, kereta yang menyambar korban datang dari arah Bandung menuju Jakarta," kata Handreas.
(Awaludin)