Bomber Berjaket Ojol & Serangan "Kamikaze" di Kantor Polisi

Rizka Diputra, Jurnalis
Kamis 14 November 2019 07:30 WIB
Aparat kepolisian berjaga di depan gerbang Mapolrestabes Medan, Sumut pasca ledakan bom bunuh diri (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)
Share :

Masih kata Dedi, identitas tersebut terungkap seusai dilakukan pemeriksaan sidik jari oleh tim inafis Polri. "Sidik jari identifikasi pelaku. Atas nama RMN usia 24 tahun. Kemudian lahir di Medan statusnya pelajar atau mahasiswa," paparnya.

Pelaku diduga kuat tewas di lokasi pasca-melancarkan aksi "kamikaze". Saat ini, polisi masih terus melakukan pendalaman mengenai motif bom bunuh diri tersebut.

"Yang bersangkutan diidentifikasi akan dikembangkan dugaan sementara bahwa pelaku ini lakukan aksi lone wolf namun masih pengembangan," sebut Dedi.

Dedi menyebut bahwa pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan menggunakan bom pinggang saat melancarkan aksinya. "Bom-nya dililit di tubuh. Bom pinggang," ucapnya.

Setelah melakukan pengembangan, polisi bergerak cepat dengan mengamankan tiga orang dalam penggeledahan di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Jangka, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Terduga pelaku bom bunuh diri (Foto: Ist)

Ketiga orang tersebut terdiri dari dua perempuan dan seorang laki-laki. Mereka tak lain adalah kerabat pemuda berinisial RMN alias Dede (24), yang merupakan dalang peledakan itu.

Densus 88 Antiteror Polri juga turut mengamankan sejumlah barang bukti pasca-ledakan. Di antaranya baterai, plat besi metal, sejumlah paku, irisan kabel hingga potongan tombol switch on-off.

Pelaku Ternyata Remaja Masjid

RMN alias Dede (24), pemuda yang disebut-sebut sebagai terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Hal itu diungkapkan Poetra, Kepala Lingkungan RW III, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah.

"Saya kenal anaknya. Dia orang lama di sini. Tapi sudah tidak tinggal di sini sejak 2018. Anaknya memang tertutup," kata Poetra.

Lokasi ledakan dipasangi garis polisi (Foto: iNews.id)

Meski menyebut Dede sebagai sosok yang tertutup, namun Poetra mengaku Dede kerap aktif dalam kegiatan sosial di lingkungannya. "Dia aktif di remaja masjid. Kalau ada kegiatan seperti Maulid Nabi atau Isra Mi'raj dia juga biasanya ikut," tuturnya.

Ia mengaku sama sekali tidak menyangka jika pemuda berusia 24 tahun itu terlibat aksi serangan teror bom bunuh diri. Diakui Poetra bahwa drinya memang sudah lama tidak berkomunikasi dengan Dede.

"Waktu dia pindah, bukan saya keplingnya (kepala lingkungan). Dia juga mengurus sendiri kepindahannya. Kita enggak tahu juga dia kemana. Tapi kabarnya ke Marelan," tandas dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya