Sementara itu, Kepala Loka POM Bogor Muhammad Rusydi Ridha mengatakan obat palsu itu berbahaya jika dikonsumsi karena produksinya yang jauh dari standar dan dosis dalam obat tersebut juga asal.
"Tentu saja obat palsu jelas berbahaya karena dosisnya kita tidak tahu dengan tepat seperti apa isinya juga tidak kita tahu apa. Kita lihat produksinya jauh dari persyaratan, kotor, peralatannya tidak memenuhi syarat, berkarat jadi tentu berbahaya. Nanti kandungngannya akan kita cek ke lab," ucap Rusyidi.
Sejauh ini, pihaknya belum mengetahui akan dipasarkan ke mana obat palsu itu. Namun yang pasti, BPOM akan selalu mengawasi apotik-apotik untuk memesan obat dari distributor yang resmi.
"Kita belum tahu sejauh mana penyebaran obat ini, tapi yangg jelas kalau dari BPOM selalu mengawasi apotik, dimana apotik itu dipastikan memesan obat ke sarana yanh resmi, distributor resmi," pungkasnya.
(Edi Hidayat)