Baca juga: Polisi Nigeria Bebaskan Puluhan Pria dari Penyiksaan Berkedok Sekolah Islam
Komisi Kejahatan Ekonomi dan Keuangan (EFCC) di negara itu mengatakan kedua staf penjara itu ditangkap karena memalsukan laporan medis yang memungkinkan Aroke mendapatkan perawatan di luar penjara di rumah sakit polisi.
"Tersangka pertama, [Emmanuel] Oluwaniyi, yang merupakan Kepalda Penjara Maksimal Kirikiri, serta tersangka kedua, [Hemeson Edson] Edwin, yang bertanggung jawab atas fasilitas medis, ditangkap pada Senin, 25 November 2019 , oleh para operator komisi," kata EFCC dalam sebuah pernyataan.
Aroke adalah salah satu dari dua penipu sarjana Nigeria yang tinggal di Malaysia yang ditangkap oleh EFCC menjelang akhir 2012 di Lagos.
Dia mengaku sebagai mahasiswa ilmu komputer di Universitas Metropolitan Kuala Lumpur Malaysia, tetapi sebenarnya dia adalah kepala dari jaringan rumit penipuan internet yang melintasi dua benua.