LAGOS - Kepala penjara dengan keamanan maksimum dan seorang dokter penjara ditangkap di Nigeria, karena memberikan akses kemudahan kepada seorang narapidana untuk melakukan penipuan online.
Melanisr BBC, Rabu (27/11/2019) napi bernama Hope Olusegun Aroke melakukan penipuan jutaan dolar saat mendekam di penjara. Ia mendapat hukuman 24 tahun penjara karena kasus penipuan.
Saat dipenjara ia melakukan aksi penipuannya dengan menggunakan ponsel.
Aroke awalnya ditangkap pada 2012 dan dihukum karena mendapatkan uang cara penipuan.
Baca juga: Penipu Nigeria Lakukan Pencurian Jutaan Dolar dari Penjara Keamanan Maksimum
Baca juga: Polisi Nigeria Bebaskan Puluhan Pria dari Penyiksaan Berkedok Sekolah Islam
Komisi Kejahatan Ekonomi dan Keuangan (EFCC) di negara itu mengatakan kedua staf penjara itu ditangkap karena memalsukan laporan medis yang memungkinkan Aroke mendapatkan perawatan di luar penjara di rumah sakit polisi.
"Tersangka pertama, [Emmanuel] Oluwaniyi, yang merupakan Kepalda Penjara Maksimal Kirikiri, serta tersangka kedua, [Hemeson Edson] Edwin, yang bertanggung jawab atas fasilitas medis, ditangkap pada Senin, 25 November 2019 , oleh para operator komisi," kata EFCC dalam sebuah pernyataan.
Aroke adalah salah satu dari dua penipu sarjana Nigeria yang tinggal di Malaysia yang ditangkap oleh EFCC menjelang akhir 2012 di Lagos.
Dia mengaku sebagai mahasiswa ilmu komputer di Universitas Metropolitan Kuala Lumpur Malaysia, tetapi sebenarnya dia adalah kepala dari jaringan rumit penipuan internet yang melintasi dua benua.
Aroke menggunakan kaki tangan untuk melakukan penipuan.
Setelah mendapatkan dirinya dirawat di rumah sakit polisi, pihak berwenang mengatakan Aroke pindah ke hotel, menerima tamu dan menghadiri pesta.
Dia menggunakan nama fiktif, Akinwunmi Sorinmade untuk membuka dua rekening bank dan membeli mobil dan rumah mewah selama masa tahanannya.
(Rachmat Fahzry)