Dia berharap Komisi III DPR jangan sampai ikut mendukung lambannya kinerja kepolisian hanya karena ketaksigapan mereka memerintahkan Kapolri untuk menunjuk Kabareskrim yang baru.
Sebelumnya, Indonesia Police Watch menyayangkan kosongnya jabatan Kabareskrim Polri. Kekosongan itu dinilai sangat menggangu kinerja Bareskrim. Bahkan lebih dari itu, Polri dinilai profesional dan gagal melakukan kaderisasi.
Baca Juga: Ini Tanggapan DPR Soal Kekosongan Jabatan Kabareskrim
Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan tujuh program prioritas Idham Aziz saat diangkat menjabat Kapolri. Salah satunya mewujudkan sumber saya manusia (SDM) yang unggul.
"Sangat disayangkan, kenapa penetapan Kabareskrim begitu lama bahkan sudah mencapai sebulan. Ini menunjukam bahwa Polri tidak profesional dan gagal melakukan kaderisasi," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane dalam keterangannya terpisah. (fid)
(Arief Setyadi )