Trump dan Macron Terlibat Perselisihan Tajam Jelang Peringatan 70 Tahun NATO

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 04 Desember 2019 09:46 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Foto: Reuters)
Share :

Pejuang YPG telah lama menjadi sekutu AS dan Prancis melawan Negara Islam di Suriah. Turki menganggap mereka musuh karena hubungan dengan pemberontak Kurdi di tenggara negara itu.

"Jika teman-teman kami di NATO tidak mengakui mereka yang kami anggap sebagai organisasi teroris, sebagai organisasi teroris... kami akan menentang langkah apa pun yang akan diambil di sana," kata Erdogan sebelum melakukan perjalanan ke London.

Pasukan NATO. (Reuters)

Erdogan telah memiliki hubungan yang tegang dengan NATO menyusul langkahnya membeli sistem pertahanan udara Rusia. Trump mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi pada Ankara atas masalah ini.

Ketidakpastian rencana untuk Polandia dan negara-negara Baltik, dibuat atas permintaan mereka setelah Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014, menimbulkan masalah tentang keamanan di semua perbatasan NATO.

BACA JUGA: Donald Trump Minta Erdogan Tidak Membeli Sistem Pertahanan Rudal Rusia

Di bawah Perjanjian Pakta Pertahanan Atlantik Utara 1949, sebuah serangan terhadap salah satu sekutu, anggota NATO adalah serangan terhadap semua anggotanya, dan aliansi ini memiliki strategi militer untuk pertahanan kolektif di seluruh wilayahnya.

KTT peringatan 70 Tahun NATO akan digelar di sebuah hotel di Hertfordshire, dekat London, pada Rabu, 4 November. Pada Selasa malam, para pemimpin aliansi menghadiri resepsi yang diselenggarakan oleh Ratu Elizabeth di Istana Buckingham. Mereka kemudian disambut di Downing Street 10 oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, tuan rumah KTT kurang dari sepekan sebelum negara menghadapi pemilihan.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya