Tanpa curiga, warga menganggap kejadian temuan itu hal biasa. Namun, keesokan harinya anak ular kobra tersebut kembali ditemukan di rumah warga bahkan di dalam musala perumahan.
"Kita pikir biasa lah. Besoknya (Kamis), ada lagi 1 ekor di rumah warga terus lanjut malamnya ada lagi 1 ekor di dalam mimbar musala kita. Jadi sampai hari ini total sudah 29 ekor yang ditemukan," ucapnya.
Akhirnya, demi keselamatan warga setempat pun menggelar kerja bakti untuk menyisir lingkungan mencari anak ular kobra. Tak hanya warga, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran hingga komunitas pecinta reptil pun dilibatkan mengatasi teror ini.
"Kalau menurut komunitas reptil itu, induknya tidak ada di area perumahan ini tapi di luarnya. Karena memang di sekitar sini masih ada kebun liar sama pohon bambu-bambu gitu," ungkap Hari.