KULONPROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memasang sebanyak enam unit alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS), di lokasi daerah rawan bencana tanah longsor yang terjadi akibat musim penghujan di wilayah Kabupaten Kulonprogo dan Bantul.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan, memasuki musim penghujan, EWS yang terpasang di daerah rawan longsor di Kulonprogo dan Kabupaten Bantul, dapat berfungsi dengan baik.
”EWS ini akan melengkapi EWS tanah longsor yang sudah terpasang sebelumnya. Masyarakat diminta selalu waspada terhadap bencana yang terjadi dari dampak hidrometeorologi,” kata Biwara Yuswantana seperti dilansir KRJogja.com, Selasa (10/12/2019).
Baca juga: Tanah Longsor di Sumbar, Sebuah Minibus Terjun ke Jurang Sedalam 35 Meter
Sebelumnya, kata dia, tahap pertama pemasangan di Kabupaten Bantul meliputi di Tambalan (Desa Srimartani), Bojong (Wonolelo) dan di daerah rawan longsor di wilayah Desa Sidomakmur. Dan pada tahap kedua memasang tiga unit EWS di Kulonprogo dipasang di daerah rawan tanah longsor di Ngrancah (Desa Pendoworejo), di Klepu (Desa Banjararum) dan di Jeruk (Desa Gerbosari).
”Pada tahap ketiga berikutnya akan melakukan pemasangan di daerah rawan tanah longsor di Kabupaten Gunungkidul,” sambungnya.
Baca juga: Jalur Kereta Bogor-Sukabumi Longsor, Perjalanan KA Pangrango Dibatalkan
EWS canggih yang terpasang di Kulonprogo dan Bantul menerapkan teknologi pengukuran curah hujan, pergeseran permukaan tanah dan perubahan iklinasi struktur tanah
BPBD DIY melakukan pengecekan EWS di Pedukuhan Ngrancah, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo yang didampingi Kepala Bidang Penanganan Darurat Danang Samsurizal dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo Edi Wibowo.
(Awaludin)