LAHORE - Sedikitnya tiga pasien terbunuh setelah gerombolan pengacara yang mengenakan setelan bisnis mengepung sebuah rumah sakit di Pakistan, menyerbu gedung dan menyerang staf dan pasien. Kerumunan itu akhirnya dibubarkan oleh gas air mata polisi.
Massa yang marah menyerbu ke Institut Kardiologi Punjab di Lahore pada Rabu, menyerang hampir semua orang yang mereka lihat. Para pengacara menggeledah bangsal rumah sakit, sehingga memaksa staf untuk meninggalkan pasien tanpa pengawasan, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
RT, Kamis (12/12/2019) melaporkan jumlah korban tewas dalam kerusuhan itu kemungkinan meningkat dari tiga korban yang diakui secara resmi. Asosiasi Dokter Muda Pakistan mengklaim bahwa hingga 12 orang mungkin telah kehilangan nyawa mereka.
Doctors and staff at the hospital beat lawyers after doctors and doctors argued over the use of Facebook on doctors' duty.#lawyers#Lahore pic.twitter.com/QsuaybyEKb
— Dr Aqsa Khan (@Dr_Aqsa_bilal_) December 11, 2019
Meskipun masih belum jelas apa yang memicu kerusuhan besar-besaran seperti itu, beberapa laporan menduga insiden tersebut dipicu oleh video viral yang menampilkan seorang dokter "mengolok-olok" seorang pengacara yang menuntut perawatan prioritas.
Rekaman dramatis dari serangan itu muncul di media sosial, menunjukkan kerumunan pria yang mengenakan setelan dan dasi saat mereka mendekati rumah sakit. Bentrokan pecah ketika orang-orang di sekitar rumah sakit berusaha menghentikan kelompok itu.