Etnis Uighur, China Klaim Semua Orang yang Dikirim ke Kamp Penahanan Sudah Lulus

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Kamis 12 Desember 2019 20:29 WIB
Shorat Zakir. (Foto/Reuters)
Share :

RUU itu masih membutuhkan persetujuan dari Senat dan dari Presiden Donald Trump.

Namun, Zakir menggunakan konferensi pers dan menegaskan kembali bahwa negaranya memerlukan pusat-pusat pelatihan tersebut untuk memerangi ekstremisme agama.

"Ketika kehidupan orang-orang dari semua kelompok etnis di Xinjiang terancam serius oleh terorisme, AS menutup telinga," kata Zakir pada konferensi pers.

"Sekarang masyarakat Xinjiang terus berkembang dan orang-orang dari semua etnis hidup dan bekerja dalam damai, AS merasa tidak nyaman, dan menyerang serta melumuri Xinjiang."

Apa yang terjadi di Xinjiang?

Laporan-laporan tentang penahanan yang meluas pertama kali mulai muncul pada tahun 2018, ketika sebuah komite hak asasi manusia PBB diberitahu ada tuduhan yang dapat dipercaya bahwa China telah "mengubah wilayah otonomi Uighur menjadi sesuatu yang menyerupai kamp interniran besar-besaran".

Baca juga:  Begini Cara China Memata-Matai Warga Muslim Uighur di Xinjiang

Kelompok-kelompok hak asasi manusia juga mengatakan semakin banyak bukti pengawasan yang ketat terhadap orang-orang yang tinggal di wilayah tersebut.

Pihak berwenang China mengatakan "pusat pelatihan kejuruan" digunakan untuk memerangi ekstremisme agama yang kejam. Namun, bukti menunjukkan banyak orang ditahan karena hanya mengekspresikan keyakinan mereka, dengan berdoa atau mengenakan jilbab, atau karena memiliki koneksi luar negeri ke tempat-tempat seperti Turki.

Catatan yang dilihat oleh BBC menunjukkan China sengaja memisahkan anak-anak Muslim dari keluarga mereka.

Ini adalah upaya untuk "membangkitkan generasi baru yang terputus dari akar asli, kepercayaan agama dan bahasa mereka sendiri," kata Dr Adrian Zenz, seorang peneliti Jerman, kepada BBC News awal tahun ini.

"Saya percaya bukti menunjuk pada apa yang harus kita sebut genosida budaya."

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya