JAKARTA - Beragam peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada tanggal 18 Desember. Seperti hari jadi Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur hingga keperkasaan Indonesia merebut Irian Barat (sekarang Papua Barat) dari cengkeraman kolonial Belanda.
Guna mengingat serta menambah wawasan sejarah, Okezone telah merangkum sejumlah peristiwa penting dan bersejarah yang berlangsung, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org:
1771 - Hari Jadi Kabupaten Banyuwangi
Pada pertengahan abad ke-17, Banyuwangi merupakan bagian dari Kerajaan Hindu Blambangan yang dipimpin oleh Pangeran Tawang Alun. Pada masa ini secara administratif VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) mereka menganggap bahwa Blambangan merupakan sebagai wilayah kekuasannya, atas dasar penyerahan kekuasaan Jawa bagian timur (termasuk blambangan) oleh Pakubuwono II (Dinasti Mataram) kepada VOC.
Padahal Mataram tidak pernah bisa menguasai daerah Blambangan yang saat itu merupakan kerajaan hindu terakhir di pulau Jawa. Namun VOC tidak pernah benar-benar menancapkan kekuasannya sampai pada akhir abad ke-17, ketika pemerintah Inggris menjalin hubungan dagang dengan Blambangan. Daerah yang sekarang dikenal sebagai "Kompleks Inggrisan" adalah bekas tempat kantor dagang Inggris.
VOC segera bergerak untuk mengamankan kekuasaannya atas Blambangan pada akhir abad ke-18. Hal ini menyulut perang besar selama lima tahun (1767–1772). Dalam peperangan itu terdapat satu pertempuran dahsyat yang disebut Puputan Bayu yang merupakan usaha terakhir Kerajaan Blambangan untuk melepaskan diri dari belenggu VOC. Pertempuran Puputan Bayu terjadi pada tanggal 18 Desember 1771 yang akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Banyuwangi.
1953 - Hari Kelahiran politikus Indonesia, Hatta Rajasa
Hatta Rajasa lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 18 Desember 1953. Ia adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia yang menjabat dari 22 Oktober 2009 hingga 13 Mei 2014. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (2007-2009), Menteri Perhubungan (2004-2007), dan Menteri Negara Riset dan Teknologi (2001-2004).
1961 - Indonesia menyerang Nugini untuk merebut Papua Barat, yang sebelumnya dikenal sebagai Nugini Belanda.
Nugini atau yang sebelumnya dikenal sebagai Nugini Belanda (bahasa Belanda: Nederlands-Nieuw-Guinea) mengacu pada wilayah Papua Barat yang sementara itu adalah wilayah luar negeri dari Kerajaan Belanda dari tahun 1949 hingga 1962.
Hingga 1949, Nugini merupakan bagian dari Hindia Belanda, yang lebih dikenal sebagai Nugini Belanda. Isinya meliputi apa yang sekarang telah menjadi dua provinsi paling timur Indonesia, Papua dan Papua Barat.
Selama Revolusi Indonesia, Belanda melancarkan 'aksi polisi' untuk mengambil wilayah Nugini dari Republik Indonesia. Namun, cara yang keras dari Belanda telah menarik ketidaksetujuan antarnegara. Dikarenakan dukungan antarnegara berpindah ke Republik Indonesia, Belanda pada tahun 1949 berhasil untuk bernegosiasi dengan agenda pemisahan Nugini Belanda dari pemukiman Indonesia yang lebih luas, dengan nasib wilayah yang disengketakan akan diputuskan oleh penutupan 1950.
Namun, Belanda pada tahun-tahun berikutnya bisa berdebat dengan sukses di PBB bahwa penduduk asli Nugini Belanda mewakili kelompok etnis yang terpisah dari masyarakat Indonesia dan dengan demikian tidak boleh diserap ke dalam negara Indonesia.