Syarat Klaim BPJS Kesehatan untuk Dapatkan Anti-Serum Ular

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Jum'at 20 Desember 2019 01:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

Dalam arti lain, pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk menanggulangi kasus-kasus gigitan ular berbisa di dalam negeri. Bukan tanpa alasan, menurut data yang disampaikan oleh Dokter Tri, Indonesia merupakan rumah bagi 349 jenis ular, 76 di antaranya berbisa.

"Dari dua jenis anti-bisa yang ada di Indonesia, totalnya hanya bisa menyembuhkan 8 kasus gigitan ular. Jadi masih ada 70 jenis ular yang harus disediakan anti-venomnya," jelas Dokter Tri Maharani.

Lebih lanjut, Tri menjelaskan, mengingat durasi penelitian yang cukup panjang, serta harga yang dibanderol untuk satu jenis anti-bisa bisa mencapai puluhan juta rupiah, Bio Farma selaku BUMN produsen Vaksin dan Antisera pun dikabarkan enggan untuk memproduksi penawar racun ular ini.

"Bio Farma itu kan BUMN dan mereka juga memikirkan profit. Jadi memang tidak bisa disalahkan juga. Oleh karena itu, sebagai salah satu ahli medis di bidang toksikologi, saya akhirnya mengganti strategi," ungkap Dokter Tri Maharani.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya