Injak Alat Kelamin Suami hingga Pingsan, Istri di Probolinggo Dipolisikan

Avirista Midaada, Jurnalis
Jum'at 20 Desember 2019 23:42 WIB
Ilustrasi (Shutterstock)
Share :

PROBOLINGGO – Seorang istri di Probolinggo harus berurusan dengan polisi setelah dilaporkan keluarga suaminya akibat menginjak kemaluan pasangannya tersebut. Akibat hal itu, sang suami sampai pingsan.

Laporan yang dilayangkan keluarga Syamsul Arifin (35) warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ini tergolong unik. Ia yang sebagai suami melaporkan istrinya Nur Faidah (36) akibat melakukan penganiayaan.

Dari kronologi yang dihimpun, Nur Faidah sempat terlibat cekcok dengan suaminya. Kemudian ia menganiaya suami dengan memukul dan mendorong sang suami hingga terjatuh. Tak hanya mendorong saja, Nur bahkan diduga menginjak kemaluan sang suami sampai pingsan.

Syamsul saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Kraksaan Probolinggo. Ia yang sempat pingsan telah berangsur-angsur sadar.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo Bripka Isyana Renu Antasari membenarkan adanya laporan dari pihak keluarga sang suami yang diduga menjadi korban penganiayaan istrinya.

"Memang ada, saat ini istrinya sudah kita amankan di Mapolres Probolinggo. Dilaporkan pihak keluarga suaminya," jawabnya singkat saat dikonfirmasi, Jumat (20/12/2019).

Namun saat diamankan Nur Faidah mengaku menganiaya suaminya lantaran ingin cerai dari suaminya akibat dugaan sang suami ketahuan berselingkuh dua kali.

"Saya ingin cerai dengan dia (Syamsul). Saya sudah tidak kuat dengan sikap dan perilaku yang seenaknya sendiri. Bahkan setiap bertengkar dia selalu main pukul. Ya nampar wajah ini," ungkap Nur saat dimintai keterangan di Unit PPA Polres Probolinggo.


Baca Juga : Perempuan yang Aniaya Suami Stroke di Penjaringan Ternyata Istri Kedua

Nur mengaku melakukan aksinya dengan spontan lantaran amarahnya yang tak bisa dikendalikan lagi. "Saya enggak sengaja, spontan saja. Waktu itu saya marah karena cekcok dengan suami," tutur ibu seorang anak ini.

Menurutnya, ia dan Syamsul sering bertengkr sudah sejak lama, bahkan sejak Syamsul belum merantau ke Malaysia menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). Jika sebelum menjadi TKI pertengkaran disebabkan masalah ekonomi, setelah merantau disebabkan sang suami ketahuan selingkuh.

"Tapi saya sekarang menyesal sudah keterlaluan," tuturnya.

Baca Juga : Aniaya Istri dengan Besi dan Rantai, Suami Ditangkap

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya