SEMARANG - Proses pemadaman api yang melumat gedung proyek Hotel Tentrem Semarang berjalan tak mudah. Petugas harus berjibaku melawan api di ketinggian gedung, karena tangga mobil tahun 90-an yang dibawa ke lokasi, tak mampu menjangkau titik api.
"Kita turunkan sekitar 8 unit mobil pemadam kebakaran, satu mobil tangga. Tapi satu mobil tangga saya enggak bisa digunakan karena gedungnya lebih tinggi," kata kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tri Joto, Sabtu (28/12/2019).
"Tangga saya hanya bisa menjangkau titik lantai yang maksimal 3 lantai. Itu tangga tahun 1990-an jadi tidak bisa menjangkau. Kudune tuku sing anyar maneh (harusnya beli yang baru)," tambah dia.
Menurutnya, keterbatasan peralatan tak hanya menghambat petugas memadamkan api tetapi juga membahayakan nyawa mereka. Terlebih untuk menjangkau titik api yang berada di gedung-gedung tinggi.
"Jujur saja kita kesulitan untuk memadamkan apinya. Hotel-hotel tinggi (jkka terjadi kebakaran). Kami hanya mengandalkan tenaga kami masuk ke dalam menggunakan sistem proteksi yang ada. Apakah itu hidrant, apakah itu Apar yang ada di situ (lokasi kebakaran)," tutur dia.
Baca Juga : Gedung Proyek Hotel Tentrem Semarang Terbakar
Baca Juga : Kasus Korupsi Sepanjang 2019, Polri Amankan Uang Negara Rp454 Miliar
"Ya tentunya itu sangat berisiko kami harus membawa apparatus kira-kira 20 kilogram naik ke lantai lima lebih, mungkin lantai 8. Apparatus itu seperti scuba oksigen. Kalau enggak bawa itu kita bisa klepek-klepek (tidak bisa bernapas) asapnya itu banyak sekali," imbuhnya.