BEKASI - Jelang pergantian Tahun Baru 2020, hujan deras mengguyur wilayah Kota Bekasi dan Bogor, Jawa Barat, sejak Selasa sore hingga malam. Akibatnya, ketinggian air di sungai Cikeas dan Cileungsi disebutkan mengalami kenaikan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat ketinggian air sungai Cileungsi pada bagian hulu pada pukul 19.00 WIB, sempat naik mencapai 205 sentimeter.
"Pada pukul 20.00 WIB sudah turun setinggi 170 sentimeter," kata Wakil Ketua Satgas BPBD Kota Bekasi, Karsono kepada Okezone, Selasa (31/12/2019).
Begitu pula dengan debit air sungai Cileungsi bagian tengah yang naik setinggi 200 sentimeter pada pukul 20.00 WIB.
Sedangkan untuk kali Cikeas, lanjut Karsono, pada pukul 20.00 WIB naik setinggi 90 sentimeter.
"Pertemuan Cileungsi Cikeas (P2C) pada pukul 19.00 WIB setinggi 175 sentimeter, dan pukul 20.00 WIB itu 225 sentimeter," ujarnya.
Menurutnya, ada beberapa wilayah yang perlu waspada terhadap aliran sungai Cileungsi yang akan sampai antara 4-8 jam, diantaranya Pangkalan 1A, Pondok Gede Permai, Perumahan Kemang IFI dan Perumahan Kemang Pratama.
Sementara hingga pukul 21.00 WIB terdapat 6 titik banjir di wilayah Kota Bekasi dengan ketinggian 20-50 sentimeter. Diantaranya Perumahan Mutiara Gading Timur, Jembatan 7 Perumahan Rawalumbu, Bintara, Stasiun Bekasi Jalan Perjuangan, Jalan Siliwangi, dan Jalan Kalimalang Kota Bintang.
"Ketinggian banjir mulai pukul 17.00 WIB. Banjir terparah di Jalan Kalimalang Kota Bintang kurang lebih 50 sentimeter. P2C hingga pukul 21.00 WIB di 475 ma dengan arus ke Bekasi lancar," ungkap Karsono.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap bahaya hujan disertai angin kencang yang masih terus mengintai.
"Tetap waspada kepada masyarakat Kota Bekasi, karena potensi hujan intensitas sedang atau lebat disertai angin kencang dan kilatan petir hingga dini hari," imbuhnya.
(Awaludin)