Namun pada pukul 13.30 Wita, kapal ini dilaporkan hilang akibat diterjang gelombang tinggi. Setelah itu, diinfokan bahwa kapal tersebut tenggelam.
Kemudian ada nelayan asal Pulau Dewakkang, Kecamatan Liukang Kalmas, yang melaut pada Sabtu (4/1/2020) pagi menemukan seluruh penumpang dan ABK kapal tersebut
"Mereka semua ditemukan dengan kondisi lemas setelah terombang ambing di lautan hampir 18 jam lebih," kata Deki.
Saat kapalnya tenggelam, para penumpang berpegangan pada bambu yang mengapung. Jumlah bambu yang digunakan sebanyak empat batang.
"Bersyukur semuanya selamat. Saat ini semua penumpang kapal sedang menunggu jemputan dari Pulau Marasende," katanya.
Adapun kerugian akibat insiden ini, diperkirakan mencapai Rp1 miliar lebih. Sebab seluruh muatan kapal serta kapalnya tenggelam dan tak bisa diselamatkan.
Atas peristiwa tersebut, polisi mengimbau warga utamanya nelayan untuk cuti melaut selama beberapa bulan ke depan untuk tetap waspada terhadap cuaca buruk saat ini.
(Khafid Mardiyansyah)