Munculnya Keraton Palsu Pengulangan Awal Abad Ke-19?

Bramantyo, Jurnalis
Rabu 22 Januari 2020 23:30 WIB
Keraton Agung Sejagat pimpinan Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya, Dyah Gitarja (Foto: Ist)
Share :

SOLO - Munculnya Keraton Agung Sejagat, Sunda Empiris, Jipang Panolar merupakan fenomena sosial kekecewaan masyarakat terhadap kondisi yang ada di Tanah Air. Bahkan, yang terjadi saat ini bisa dibilang pengulangan dari kondisi yang pernah muncul pada awal permulaan abad ke 19.

Demikian dikatakan Pengamat Sosial Universitas Sebelas Maret (UNS) Tunjung Sutirto kepada Okezone di Kampus UNS, Solo, Rabu (22/1/2020).

Menurut Tunjung, pada masa itu, gerakan sosial sebagai bentuk protes masyarakat terhadap rezim kolonial diwujudkan dengan mendirikan sebuah kerajaan. Kemunculan gerakan yang disebut sebagai gerakan milenarisme membawa harapan baru berupa janji adanya sebuah perubahan.

"Gerakan semacam itu adalah gerakan yang sebenarnya. Kalau di dalam sejarah disebut sebagai suatu gerakan milenarisme, mengharap hadirnya masa keemasan. Entah itu zaman keemasan, yang digambarkan terjadi pada era Majapahit atau pada era era sebelumnya," papar Tunjung.

Baca Juga: Fanni Aminadia Dianggap Hanya Diperalat Raja Keraton Agung Sejagat

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya