JAKARTA - Setiap orang tua pasti bahagia ketika menyambut kehadiran anaknya sebagai anggota baru keluarga. Kelahiran sang buah hati tentu jadi kado terindah dari perjuangan sembilan bulan ibu mengandung.
Keberagaman Indonesia yang mempunyai banyak suku, budaya, hingga bahasa menjadikan banyak tradisi dalam menyambut kelahiran bayi. Okezone pun merangkum sejumlah tradisi dalam menyambut kelahiran bayi di Indonesia:
1. Jatakarma Samskara
Jatakarma Samskara merupakan tradisi atau upacara dalam menyambut kelahiran bayi yang dilakukan masyarakat Hindu di Bali. Tradisi ini dilakukan dengan melantukan doa-doa agar bayi memiliki masa depan yang baik.
Nantinya, ayah dari bayi akan diminta menggendong, menyentuh, serta mencium sang buah hatinya yang baru lahir sambil membacakan doa di telinga bayinya.
Tradisi ini dilakukaan saat tali pusar bayi belum terputus.
Namun, bila tali pusar sudah terlanjur lepas, maka pihak keluarga akan mengadakan suatu upacara untuk mensucikan bangunan-bangunan ibadah yang ada di wilayah sekitar.
Jatakarma Samskara adalah tradisi yang menyajikan nasi tumpeng beserta lauk pauk yang disebut rerasmen oleh masyarakat Bali dengan menyertakan buah-buahan sebagai bentuk rasa syukur.
2. Medak Api, Suku Sasak
Medak Api merupakan tradisi pemberian nama bayi yang dilakukan masyarakat Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemberian nama itu biasanya dilakukan pada hari ketujuh atau sembilan saat sang buah hati dilahirkan.
Masyarakat setempat percaya bahwa nama yang tidak cocok akan mengundang nasib buruk untuk anak-anak mereka. Sehingga, masyarakat Sasak tidak akan memberikan nama yang sembarangan bagi anak-anak mereka.
Adapun Medak Api dilakukan saat putusnya tali pusar bayi. Pada prosesi tersebut, orang tua bayi akan meminta nasihat seorang tokoh agama atau pemangku adat soal nama yang akan diberikan pada anaknya.
3. Turun Mandi, Minangkabau
Tradisi yang berasal dari masyarakat Minangkabau ini dilakukan dengan memandikan bayi yang baru lahir ke sungai. Turun Mandi merupakan upacara yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa setelah dikaruniai seorang anak.
Prosesi upacara dilakukan berbeda-beda tergantung jenis kelamin sang bayi. Apabila bayi laki-laki upacara Turun Mandi akan dilakukan pada tanggal ganjil. Sementara bila bayi perempuan, bayi akan dimandikan pada bulan genap.
Uniknya, orang yang membawa bayi dari rumah ke sungai bukan dari kedua orangtua si bayi namun ia adalah orang yang membantu proses persalinan.
Baca Juga : Pernah Berbobot Hampir 200 Kg, Begini Kondisi Arya Bocah Obesitas Sekarang
4. Moana, Sulawesi
Tradisi Moana merupakan ritual yang terdiri dari dua prosesi. Pertama yakni dengan pemotongan plasenta atau biasa disebut pemotongan Tumbuni oleh masyarakat setempat. Kedua, dilanjutkan dengan perawatan plasenta mulai bayi naik ayunan hingga menginjak tanah.
Setelah bayi dilahirkan, seorang Topopanuju atau dukun beranak akan menaikkan bayi ke ayunan. Bayi yang mengikuti acara ini biasanya berusia tiga hingga tujuh hari. Topopanuju juga bakal mempersiapkan ayunan.
Adapun tradisi ini dilakukan untuk mendekatkan bayi pada sang pencipta dengan berharap keberkahan pada penguasa semesta, agar anak kelak menjadi orang yang beruntung.