Gus Solah Akan Dimakamkan di Samping Makam Gus Dur

, Jurnalis
Senin 03 Februari 2020 01:58 WIB
Jenazah Gus Solah saat tiba di rumah duka, Mampang, Jakarta Selatan (Foto: Okezone/Fadel Prayoga)
Share :

JOMBANG – KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) wafat di usia 77 tahun setelah berjuang melawan penyakit jantung di Rumah Sakit (RS) Harapan Kita Jakarta, Minggu 2 Februari 2020 malam.

Jenazah Gus Solah rencananya dimakamkan berdampingan dengan makam kakeknya, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim (ayah) dan Gus Dur (kakak) di kompleks pemakaman keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Senin 3 Februari 2020 sore.

Saat ini, jenazah pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang sedang disucikan di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Setelah itu, jenazah akan disemayamkan di rumah duka Jalan Kapten Tandean No.2c, Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Adik Gus Dur KH Salahuddin Wahid Tutup Usia 

Selanjutnya, jenazah akan diterbangkan ke Jombang, Senin pagi sekira pukul 09.00 WIB dari Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta. Setelah disalatkan di Kompleks Ponpes Tebuireng, jenazah akan dimakamkan di Tebuireng pukul 16.00 WIB.

 

Pengurus Ponpes Tebuireng, Kabupaten Jombang, Azwani mengatakan, saat ini pengurus sedang persiapan untuk rencana pemakaman Gus Solah.

Kabarnya, pemakaman akan dilakukan di area makam yang berada di kompleks pesantren, bersama dengan ayahandanya, KH Wahid Hasyim, kakeknya Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari, dan kakaknya yang juga mantan Presiden ke-4 RI, yakni KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.

"Untuk pemakaman memang dari keluarga, tapi informasinya dimakamkan di makam kompleks pondok, dekat dengan makam ayah dan kakeknya," kata dia seperti dikutip iNews.id

Untuk saat ini, dia mengatakan belum dilakukan persiapan khusus untuk pemakaman seperti penggalian makam. Dari pengurus pondok juga masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pihak keluarga.

Baca Juga: Besok Pagi, Jenazah Gus Solah Diterbangkan ke Tebuireng Jombang 

Terkait wafatnya Gus Solah, untuk santri juga belum dilakukan kegiatan tahlil bersama. Pengurus masih menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan penyambutan jenazah.

Azwani mengatakan, para santri sangat berduka dengan wafatnya Gus Solah yang juga cucu Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari wafat pada pukul 20.59 WIB.

"Tadi itu para santri diminta untuk istigasah dan khataman Alquran setelah magrib, menyusul ada kabar Gus Solah tadi kritis. Mendoakan untuk kesembuhan beliau. Baru dapat informasi sekitar jam 21.00 WIB beliau wafat," kata Azwani.

Duka menyelimuti keluarga besar Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur atas wafatnya Gus Solah) pengasuh ponpes tersebut, Minggu 2 Februari malam.

Gus Solah diketahui meninggal sekitar pukul 20.55 WIB di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta. Kondisi Gus Solah diketahui terus menurun pasca-menjalani bedah jantung pada Sabtu 1 Februari 2020.

Tim dokter yang merawat Gus Solah melakukan ablasi atau operasi untuk mengatasi gangguan irama jantung atau aritmia dengan menggunakan kateter yang dimasukkan ke dalam ruang dalam jantung.

Putra Gus Solah yakni, Ipang Wahid dalam akun Twitter-nya juga menuliskan keikhlasan doa untuk ayahandanya yang mengalami kritis. Ia berharap Allah SWT memberikan kesembuhan, kekuatan dan kesabaran pada ayahandanya.

Sebelum kritis, Gus Solah juga sempat menjalani tindakan medis ablasi. Operasi itu dilakukan karena ada masalah pada selaput jantungnya.

Operasi dinyatakan sukses, bahkan Gus Solah dibolehkan pulang. Namun, beberapa hari di rumah, tubuh Gus Solah kembali lemas, sehingga keluarga langsung membawanya kembali ke rumah sakit hingga kini. Ulama sepuh NU itu dirawat di rumah sakit sejak 31 Januari 2020.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya