"Itu kan hal biasa. Kepala Negara memanggil Kepala Daerah. Bukan hal yang istimewa. Mungkin keduanya ingin membangun komunikasi agar (Solo) ke depannya lebih baik," ujar pria berdarah Aceh ini kepada Okezone, Senin (3/2/2020).
Bahkan Rizal tak begitu yakin pertemuan antara Presiden Jokowi dan Rud dapat mengubah komposisi paket pasangan calon di Pilkada Solo nanti.
"Saya tak begitu yakin pascapertemuan (Presiden Jokowi dan Rudy) itu bisa mengubah komposisi. Gibran dipasangkan dengan Purnomo atau sebaliknya Gibran dipasangkan dengan Teguh, saya tak yakin itu," tutur dia.
Ketidakyakinan Rizal itu dikarenakan kewenangan penuh atas rekomendasi berada di tangan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri. Karena itulah, ia masih terus menjalin komunikasi politik dengan struktural partai, baik PDIP maupun Golkar.
"Ikuti saja aturan yang ada. Komunikasi politik masih saya bangun. Saya juga terus turun ke masyarakat," ujarnya.