KOTA MALANG – Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan rasa penyesalan terkait perundungan (bullying) di salah satu sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kota Malang, Jawa Timur. Pasalnya tindakan ini berujung amputasi jari tengah korbannya.
Hal tersebut disampaikan Sutiaji saat melihat korban berinisial MS (12) di Rumah Sakit Lavalatte untuk kedua kalinya pada Rabu 5 Februari 2020 sore. Ia hadir bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Leonardus Simarmata.
"Pertama saya menyampaikan penyesalan atas kejadian ini. Saya sesalkan kenapa terjadi di lembaga pendidikan kami, sehingga ini cambuk bagi semua dunia pendidikan untuk melakukan bahwa pendidikan itu tempat yang bagus," ujarnya.
Pihaknya juga beranggapan kejadian bullying yang berakibat diamputasinya jari tengah korban dianggapnya begitu mencoreng nama lembaga pendidikan.
"Ini sudah bukan mencoreng nama Kota Malang, tapi juga mencoreng nama pendidikan se-Indonesia. Siapa pun yang berbuat, berkaitan kekerasan sudah jelas duduk persoalannya secara hukum," bebernya.
Menurutnya, selama berada di lembaga pendidikan seperti sekolah, anak merupakan tanggung jawab penuh lembaga pendidikan tersebut, sehingga perlu adanya pengawasan dan kejadian ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi seluruh institusi pendidikan.
"Anak belajar di sana (lembaga pendidikan) adalah tanggung jawab lembaga, sehingga setelah saya dua kali berkunjung di sini saya masih belum menemukan bagaimana mengembalikan psikologi anak. Kalau sakitnya setelah ini mungkin sembuh, tapi psikisnya anak trauma anak itu PR kami PR kita semua," terang pria berkacamata ini.