"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 4,9.
Kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Lalu menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," pungkasnya.
#Gempa Mag:6.1, 06-Feb-20 20:40:07 WIB, Lok:5.44 LU, 126.57 BT (Pusat gempa berada di laut 160 km BaratLaut Melonguane), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) IV Pulau Miangas, II-III Tahuna-Sangihe, II-III Kepulauan Talaud, II-III Melonguane #BMKG pic.twitter.com/eAgDi8cwux
— BMKG (@infoBMKG) February 6, 2020
(Hantoro)