Strategi Pakar Reptil Australia Bebaskan Buaya Berkalung Ban

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Minggu 16 Februari 2020 13:20 WIB
Matt Wright terbang ke Palu untuk membebaskan buaya yang terlilit ban (Foto: BBC Indonesia)
Share :

Hingga Sabtu, perangkap yang dipasang belum berhasil menarik buaya keluar dari sungai dan memakan umpan. Wright dan tim menggunakan strategi lain yakni dengan menggunakan harpun. Harpun merupakan alat yang panjang mirip seperti tombak yang digunakan untuk menangkap ikan atau mamalia laut besar seperti paus.

Harpun yang dibuat Wright dan tim satgas tidak akan digunakan untuk membunuh satwa. Tim mengujinya dengan membidik buaya berukuran tiga meter yang kemudian ditarik ke tepi sungai untuk kemudian dilepaskan kembali.

Hari berikutnya, tim satgas kembali melakukan perburuan buaya untuk melepaskan ban di leher buaya. Dengan menggunakan drone atau kamera udara, Matt mencoba mengikat umpan bangkai unggas di drone. Upaya ini pun gagal. Drone seharga Rp24 Juta itu pun masuk ke dalam air dan rusak.

Kerumunan Warga Buat Takut Buaya

Setelah beberapa upaya penyelamatan belum juga berhasil. Wright dan rekannya Chris Wilson mengakui misi ini sangat sulit terutama karena prosesnya menarik perhatian warga yang berkerumun di sekitar sungai.

"Kalau banyak sekali orang, dia takut juga. Tapi kalau cuma keramaian normal, orang-orang desa yang biasanya memang tinggal di tepi sungai, dia lumayan rileks, dia akan naik, duduk-duduk di bantaran kalau tidak merasa terancam. Tapi kalau banyak orang dia akan ragu karena situasinya berbeda buat dia," katanya.

Wright mengaku ia dan tim tidak akan menyerah meski beberapa kali percobaan telah gagal. "Kami punya banyak rencana, kalau yang ini gagal ya coba cara lain. Saya di sini sampai Selasa. Sekarang ini kami telah pasang perangkap. Kalau gagal, beberapa bulan lagi kami akan kembali dan coba lagi. Kami akan selalu kembali sampai (buaya) tertangkap," katanya.

Ia mengatakan, yang tak kalah penting adalah untuk menjaga berat badan buaya. "Kalau dia tambah gemuk akan bahaya karena ban itu membatasi saluran pernafasannya," katanya.

Terlilit Ban sejak 2016

Buaya berkalung ban ini mulai muncul tahun 2016 silam. Saat kemunculan pertamanya, bantaran Sungai Palu di Jembatan Palu 2 ramai dipadati warga. Saat itu, ada sekelompok anak muda yang ingin membebaskan ban di leher buaya itu, namun pihak BKSDA melarang anak-anak muda yang tidak punya keahlian tersebut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya