Dia menjelaskan satwa tersebut ditemukan petugas dari TNI, Polri Mangala Agni Pekanbaru dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat pada 2 Maret 2020 sekitar pukul 15.00 WIB. Luas areal lahan yang terbakar di Jalan SM Amin adalah setengah hektar. Lokasinya merupakan areal gambut.
"Kebakaran membawa bencana ekologis, hilangnya binatang-binatang, tanaman-tanaman khas suatu daerah, terutama di Riau," imbuh juru bicara Polda Riau itu.
Dia mengatakan, lokasi areal yang terbakar sudah berhasil ditangani. Sementara bangkai ular piton yang memiliki panjang 4,5 meter berjenis kelamin betina itu telah dievakuasi. Diduga induk ular piton itu tidak mau lari dari lokasi kebakaran karena berusaha melindungi anak-anak dan telurnya.
"Penyebab kebakaran masih diselidiki petugas," imbuhnya.
Baca Juga: Cegah Karhutla, Manggala Agni Dirikan Pos Pantau di Titik Rawan
(Fiddy Anggriawan )